4 Bulan Kemudian : Penantian di Ujung Landasan
| Malam itu, Arwen terlihat cerah ceria luar biasa (tidak seperti biasanya). Hati mungilnya sudah bisa merasakan bahwa nanti akan bertemu Papin di bandara. Kebetulan memang Papin pulang ke Jakarta selama seminggu untuk mengangkut seluruh keluarga Neverland ke Kuwait. Excited, tidak sabar dan bolak balik bertanya "Mana Papin" mewarnai penantian Arwen, Mamin dan Pa'e Dowi di pintu penjemputan. Setiap orang yang keluar membawa koper diperhatikan oleh Arwen. ![]() Saat akhirnya Papin keluar dari gerbang, Arwen tiba-tiba jadi salah tingkah. Hati mungilnya tampak terlalu bahagia tapi juga bingung bukan kepalang. 4 bulan hanya bertatap di webcam dan tanpa bertemu fisik dengan Papin, membuatnya canggung. Tangan dilipat di belakang punggung. Wajahnya tersenyum ala kadarnya. Saat berpelukan pun, Arwen terlihat sumringah tapi sekaligus grogi. Namun, selang beberapa menit kemudian, Arwen sudah bisa kembali utuh, menyadari bahwa Papin sudah ada di dekatnya. 4 bulan berlalu, tidak terbayang betapa dasyatnya rasa rindu dalam hati mungil Arwen. Kini, sudah kembali bersama kembali. Saatnya kembali tertawa lepas. Iya, Wen? |




Ngamen di Menteng - 29 Agustus 2006 21:35












































Comments on "4 Bulan Kemudian : Penantian di Ujung Landasan"
-
Arfigo Shaquille Syach Putra Hadifa said ... (Monday, 03 December, 2007) :
post a commentHalo Dita, Arwen and Leia,
Akhirnya saat itu tiba juga yah, setelah penantian yang panjang dan melelahkan...Akhirnya keluarga neverland bersatu juga...Uhm kalian dah di kuawit yah, hiks, ga bisa kopdar lagi dounkk.. Anyway, wishing you all the best yah...