My Photo
Name:

A father of Arwen the elf, Leia the princess & Neo the one.

A husband of Dita the fairy.

This is the adventure of growing Arwen. It's all documented in pictures, written diaries, video documentary and music clip. Hopefully Arwen's friends can enjoy her unique and magical adventures, and especially by Arwen herself when she's grown up. Enjoy her Magical Mystery Tour!







Free shoutbox @ ShoutMix

Image hosted by Photobucket.com



Ngamen di Menteng - 29 Agustus 2006 21:35









Total : 13417 viewers

Proyek Sayang Arwen. 1063 viewers. - View mp4 movie


Kebiasaan Tidur yang Ajaib. 1242 viewers. - View mp4 movie


Operasi Plastik. 3065 viewers. - View mp4 movie


Petualangan Arwen. 1655 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comGitar Mainan Murah Meriah. 147 viewers.


Image hosted by Photobucket.comArwen dengan aksi kecup-kecup imutnya. 130 viewers.


Image hosted by Photobucket.comTerapung-apung. 166 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen Ajojing. 417 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comLenong Asoy. 161 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comIklan Korban Sindo. 137 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen bak Godzilla obrak abrik dunia. 140 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen ditendang Naya tepat di wajah


Image hosted by Photobucket.comArwen, Naya, Sarah & Luthfi as Charlie's Angels


Image hosted by Photobucket.comAdegan seronok Arwen di atas Ranjang




Arwen Bobok Sambil Berdiri!

Kegedean Topi Caps-nya

Reading a Book

Jacuzzi in the Garden

Arwen Pakai Sepatu Mamin

Get emailed with every update to Arwen's Video!
Email:
Powered by

pinodita's Profile Page



Powered by Technorati


 
B&N.com









Powered by FeedBlitz

Add to Technorati Favorites!



Creative Commons License

Listed on BlogShares

Blog Directory & Search engine

Blog Flux Directory

blog search directory

 View My Public Stats on MyBlogLog.com

Blogarama - The Blogs Directory

Powered by Blogger

Barnes & Noble.com

Thursday, March 31, 2005

The Growing Arwen 5

Image hosted by Photobucket.com
Hore!! Arwen udah makin gede. Beratnya sekarang 5,6 kg dengan tinggi 58 cm. Imunisasi yang udah didapat bulan ini adalah DPT 2 dan Polio 2. Mamin lupa simultan sama Hib-nya euy!

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Di bulan kelima perjalanan hidupnya, untuk pertama kalinya Arwen sakit. Ia sempat terserang pilek dengan frekuensi BAB yang lebih banyak, selama seminggu. Tapi sama Mamin gak diobatin, di treatment sendiri aja di rumah. Biar Arwen gak terlalu sering terpapar obat-obatan dan dikit-dikit pergi ke dokter.

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Arwen semakin aktif mengeksplorasi tangannya dan mengangkat-angkat kepala dalam posisi tengkurap. Badannya pun mulai ikut diangkat-angkat, seperti pingin bangun.

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Ceriwisnya jangan ditanya. Doyannya teriak-teriak dan making noise yang gak jelas tapi kedengeran lucu. Ia juga mulai sering ngiler, kayaknya mau tumbuh gigi, karena Mamin liat, di gusi bawahnya udah ada putih-putih dan Arwen udah mulai sering gigit-gigit.
Gak terasa, Arwen udah 5 bulan aja, kayaknya baru kemarin liat bayi mungil tak berdaya di pelukan kami. Sekarang udah ceriwis bener.
Image hosted by Photobucket.com

Sunday, March 20, 2005

Image hosted by Photobucket.com
Asiiikkk!!! Pertama kalinya nih, kita ngajak Arwen jalan-jalan naik angkutan kota (angkot). Selain pengen nyobain, juga karena si Mbem lagi "sakit". Tujuannya sih gak jauh-jauh, cuman dari rumah ke Bintaro Plaza aja.
Cuaca sore itu cukup cerah, jadi kita gak perlu khawatir bakal keujanan. Perjalanan dari rumah menuju jalan besar cukup menyenangkan.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Melewati lapangan luas yang tampaknya baru saja dibabat rumputnya, sehingga terlihat beberapa ABG sedang bermain sepeda di sana. Banyak pula anak kecil yang sedang bermain atau sedang disuapi pengasuhnya, berlari-lari dengan riangnya. Sebelum sampai di jalan raya, kami harus menyeberangi rel kereta dahulu, di antara rumpun pohon-pohon bambu yang rimbun.
Tak begitu lama menunggu, angkot jurusan Bintaro Plaza datang. Penumpangnya tidak terlalu penuh, hanya beberapa anak muda dan bapak-bapak setengah baya.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Perjalanan ke tempat tujuan tidak terhambat macet, cuma memakan waktu kurang lebih 5 menitan. Wah, ternyata Arwen bukannya menikmati perjalanan, malah tertidur dalam dekapan Papin. Sementara Mamin asyik bernostalgia....hehehehe norak deh! Menikmati naik angkot mengingat-ngingat masa kuliah dulu, memperhatikan wajah-wajah asing di dalam kendaraan. Ada yang ceria, ada yang terlihat lusuh. ada yang terlihat lelah, dan terkadang ada aja kelakuan yang bisa mengundang senyum. Jadi missing those old days!! Desek-desekkan di angkot, kadang disertai aroma-aroma yang gak jelas :-), deg-degan karena abang sopirnya kebut-kebutan, dan siap-siap pegangan kalo tiba-tiba nge-rem mendadak. Iiiihhh, Mamin jadi ngelamun!!
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Tidak terasa, kami sampai juga di Plaza. Rencananya sih cuman mau ke ATM, beli diapers Arwen di Hero dan cari makan.
Di tempat makan, untung Arwen tenang-tenang aja. Kami membaringkannya di kursi yang beralaskan bantal, sehingga cukup nyaman baginya. Sementara kami makan, ia asyik bermain bersama Syipi dan terkadang menarik-narik tali gantungan handphone Mamin. Kami tak berlama-lama di sana, karena hari sudah makin malam dan kami harus segera pulang. Takutnya gak dapet angkot karena kemaleman.
Sebelum naik angkot, Mamin sempet-sempetnya mimik teh botol dulu. Abis haus banget! Lagi-lagi Arwen tertidur dalam perjalanan pulang. Gak naik mobil sendiri, gak naik angkot, asal naik sesuatu yang jalan dan goyang, dia pasti tidur. Begitu turun dari angkot sampai di depan rumah Arwen masih tertidur. Baru bangun saat Mamin membuka kunci pagar.
Begitu masuk kamar, langsung deh si Arwen dibaringin. Kayaknya lega banget deh, ngulet-ngulet, capek kali ya digendong-gendong gitu. Abis kalo bawa stroller, kan gak mungkin.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Abis mimik susu, sempet rewel sebentar, minta gendong Mamin. Dan akhirnya ia tertidur dalam pelukan Mamin.
Wah serunya petualangan hari ini. Naik angkot bawa bayi, walopun bayinya tidur. Dan seneng banget selama perjalanan Arwen ternyata gak rewel. Kapan-kapan jalan-jalan lagi naik angkot ya, Wen? Tapi jangan bobok, biar bisa liat pemandangan dan situasi di sekeliling kamu yang penuh warna.

Style gendongan ala Arwen

Tiap bayi pasti punya gaya favorit masing-masing dalam hal posisi pada saat digendong. Termasuk Arwen, our baby cookie :-). Terkadang ia sendiri yang mencari-cari. Toleh sana toleh sini, hadap sana hadap sini, nyusup sana nyusup sini, keplintir sana sini (bukan child abuse, lho), dan akhirnya...taaaarrrraaaaaa...ditemukanlah gaya-gaya berikut !
1.Image hosted by Photobucket.com 2.Image hosted by Photobucket.com
3.Image hosted by Photobucket.com 4.Image hosted by Photobucket.com

1. Gaya Astronot
2. Gaya Superman
3. Gaya Nyungsep
4. Gaya Kayang

Friday, March 18, 2005

Demo pengen nampang

Sore ini, temen-temen mainnya Arwen demonstrasi di ruang tamu. Mereka menuntut untuk bisa ikutan mejeng di blog-nya Arwen. Juru bicara mereka, si Beos Gajah terlihat sibuk me-lobby Mamin, supaya dia dan kawan-kawan bisa pada tampil dan nampang.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
"Jangan Arwen melulu dong yang boleh ngetop!" begitu kata Beos.
"Iya, Mamin harus adil. Kami juga pengen dikenal orang banyak," sambung Kuku.
"Beri kami kesempatan, ya Min," mohon Eiyesbisi (baca : HSBC).
"Hey, orang-orang pada demo kenaikan harga BBM dan demo ganyang Malaysia, kalian malah demo mau nampang," kata Mamin sambil mesem-mesem.
"Pokoknya kami mau ditampilin di http://ourarwen.blogspot.com! Titik!" sambung Syipi dengan nada agak ngotot.
"Miu...Miu!" samber si Miu-Miu.
"Yang artinya?!" tanya Mamin.
"Ikut...Ikut!" kata Tutu menjelaskan.
Mamin ketawa.
"Oke-oke, sabar! Mamin akan memperkenalkan kalian satu persatu di depan publik. Tenang! Semua kebagian," sahut Mamin.
Arwen cuman celingak-celinguk, ngeliatin temen-temennya pada protes ke Mamin. Bingung.
"Sini-sini kumpul semua di sini!" teriak Mamin kepada temen-temen Arwen.
Semua berlarian ke depan Mamin yang udah siap dengan kamera digitalnya.
"Jangan rusuh ya, jangan dorong-dorongan," pesen Mamin.
Jadilah sore ini diadakan photo session di living room, arena bermain Arwen. Semua pada sibuk bergaya. Sementara itu, Arwen tertawa-tawa melihat polah temen-temennya.
Nah, Om-Om, Tante-Tante dan Temen-Temen, seperti pesan kawan-kawan bermainnya Arwen, saya perkenalkan dari kiri ke kanan :
Image hosted by Photobucket.com
Wotu-wotu, Boyek, Syipi, Mestik, Beos, Lilik.
Image hosted by Photobucket.com
Trio Ramot : Kuku, Bubu & Tutu.
Image hosted by Photobucket.com
Stoki, Eyesbisi & Unyet
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Guguk, Kwak-kwak & Miu-miu.

Dan Arwen pun berseru kepada mereka :
Image hosted by Photobucket.com

Thursday, March 17, 2005

Biskuit Yummy, Arwen Sehat

Image hosted by Photobucket.com
click to enlarge photo

INFORMASI PRODUK
Biskuit DITA
Biskuit Yummy, Arwen Sehat!


KOMPOSISI :

Tepung Terigu Cinta, Minyak Nabati Sun Sayang, Mineral Belajar, DHA Bermain, Vitamin Pinot, Energi Kreatif, Prebiotik Fun, Zat Besi Kasih Mamin, Kalsium Tertawa, Protein Sayang Papin, Asam Folat Imajinasi, Karbohidrat Buku Cerita, Stimulasi Musik, Support Seumur Hidup.


INFORMASI NILAI GIZI :

Dijamin bernilai gizi dengan asupan kreatifitas berpikir dan bertindak yang tinggi serta halal. Mudah dicerna dan dicermati. Mengandung saripati kasih Ibu 100%. Saat ini diproduksi khusus untuk Shaula Charmawendi (1 November 2004). Mengandung bahan-bahan alami dan menggunakan bahan pengawet cinta serta zat pewarna kehidupan.


VARIASI RASA :

Sangat-sangat Variatif.


PERHATIAN :

Belum Tentu Cocok untuk Bayi Anda!!


LAYANAN KONSUMEN PEDULI :

Bintaro Permai

Sunday, March 13, 2005

Ketemu Paman Sarden

Horeeee, Arwen dah sembuh pileknya!! Berarti genap seminggu, baru tuntas pileknya. Tapi frekuensi pupnya masih banyak tuh, walaupun gak berair. Rencananya besok mau priksa fesesnya ke Lab (mudah-mudahan gak ada apa-apa deh).
Hari ini, ceritanya Arwen mau kita ajak jalan-jalan lagi. Dua hari yang lalu Paman Arden sms dari Bali, katanya weekend ini dia mau ke Jakarta. Whooaaa senangnya, bakal ketemuan sama si juragan genteng kodok. Ya udah, biar sekalian, aku telponin deh gerombolan sirkus buat ngumpul bareng. Agendanya sih, "grand launching" Arwen....hehehehehehe. Maklum banyak yang belum liat Arwen secara langsung, karena waktu itu pada gak sempet nengok ke RS, dan memang aku gak mau ditengok di rumah, soalnya gak terjamin higienitasnya. Makanya waktu itu aku woro-woro, kalo mo nengok Arwen di rumah, nanti aja kalo udah 3 bulan.....hihihihihii...walhasil ditimpukin temen-temen....woooeehhhh!!!
Sore itu kita janjian di Starbuck Kemang. Karena tempatnya lumayan enak lah buat bawa-bawa bayi. Lega dan ada sofa-sofa segede bagong. Lagian kalo masih sore, masih relatif sepi, jadi kalo mau nyusu atau ganti-ganti popok gak musti repot nyari nursery room.
Image hosted by Photobucket.com
Pas kita sampe sana ternyata rombongan sirkus Pak Tepong udah kumplit. Ada Paman Sarden si juragan genteng kodok, Paman Ojes sang seleb, Bibi Vina si pramugari dengan tas "versace", Bibi Fridul calon Ny. dokter dan Tante Fe sang perangkai kata. Seperti biasa kalo semua orang ini dikumpulin jadi satu, yang ada gak berenti-berenti ketawa. Abis semuanya lulusan Perguruan Lawak Indonesia. Dan udah bisa dibayangkan lah, Arwen beredar dari tangan satu ke tangan lainnya. Tapi untungnya dia gak rewel, malah kayaknya menikmati digendong sana sini.
Image hosted by Photobucket.com
Akhirnya ya udah, mamin dan papinnya bisa sante-sante ngupi....hehehe Abis yang rela baby sitting-in banyak. Apalagi Bibi Vina yang udah pengen banget punya dede'. Wuiihhh Arwen dimonopoli dia deh (hi Vin...udah ngarep banget ya? suruh Biji pulang tour tuh! Biar cepet jadi dede' *wek*).
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Malam semakin larut, setelah melepas kangen dan ketawa-ketiwi, kami harus pulang. Kasian Arwen, mungkin dia udah capek, apalagi abis denger suara-suara berisik orang ngobrol dan ketawa-ketawa yang membahana.
Makasih semuanya, we had such a great time! Next time kita main ke Bali ya, Paman Sarden? Ngumpul di sana semua!
PS : klik foto untuk full-sized photos.

The Growing Arwen 4

BULAN KEEMPAT
Image hosted by Photobucket.com
Di bulan ini Arwen makin lucu dan menggemaskan. Ada-ada saja tingkahnya yang mengundang tawa dan senyum kami. Bobok malemnya udah pules banget, nanti bangun-bangun jam 7 pagi. Arwen juga udah mulai belajar minum jus buah dan makan bubur susu. Awalnya memang agak susah, maklum baru belajar makan. Tapi ini cuman berlangsung tiga hari kok. Setelah itu udah bisa makan dengan lahap.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Beratnya sudah mencapai 5,2 kg dengan tinggi 57 cm. Kemudian imunisasi yang telah didapatkan adalah DPT 1 dan Polio 1.
Perkembangan motoriknya juga menunjukkan kemajuan dengan semakin aktifnya ia berusaha memakan tangan. Mulai belajar tengkurap sendiri dan angkat-angkat kepala.
Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Perkembangan bahasanya juga mulai berkembang, seiring dengan makin "cerewetnya" ia mengeluarkan suara-suara. Paling seneng kalau diajak ngobrol dan diajak nyanyi. Senyumnya juga semakin banyak, bahkan dengan orang yang baru ditemui. Sampai kita bilang, "cengengesan mulu nih anak."
Satu kesenengannya yang unik adalah lagi suka-sukanya menikmati OST Bajaj Bajuri. Kalau lagi nangis trus diputerin lagi itu, dia pasti langsung diem dan menikmati lagunya.
Bahagianya Arwen sudah semakin besar, sudah bisa main sendiri, mau bobok sendiri dan gak cengeng lagi.

Image hosted by Photobucket.com
RECOMMENDED WEBSITES :
1. www.wrm-indonesia.org
2. www.IDAI.or.id
3. www.medicastore.com

Monday, March 07, 2005

Jalan-Jalan Sore Setelah Imunisasi

Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com
Pulang imunisasi, mampir dulu (dimampir-mampirin, ding!) ke Ratu Plaza. Rencananya mau cari DVD Baby Einstein dan Brainy Baby. Sebelum itu kami memutuskan untuk ke Careffour dulu, mau liat harga container box yang besar.

Iseng-iseng saya berjalan ke tempat perlengkapan bayi. "Sekalian cari nipple untuk juice feeding ah!" begitu pikir saya. Sesampainya di deretan perlengkapan makan dan dot bayi, saya perhatikan satu demi satu, merek demi merek. Wuuiihh, ternyata merek-merek produk perlengkapan bayi tu banyak sekali yah. Sampai bingung untuk memilih.

Tiba-tiba di sebelah saya sudah muncul seorang Ibu yang sedang kebingungan. "Aduh tadi suster nitip nipple mereknya apa ya?"....uuummmm..."Yang mana ya? Ukuran berapa? Banyak banget sih jenisnya!" Dia tampak menggerutu kepada pembantu yang ikut berbelanja dengannya.

Kemudian saya tanya saja, "Biasanya pake merek apa, Bu?" Ia tidak tahu. Lalu saya tanya lagi, "Anaknya umur berapa?"

"9 bulan," jawabnya.

Masih dengan niat menolong, saya bilang, "Ohhh, kalo itu biasanya pake yang L. Tapi kalo merek Pigeon ada dua macem, Bu, yang rubber dan silicone."

Kayaknya dia semakin bingung. "Saya telpon baby sitter saya aja, deh."
Terdengar pembicaraan sang Ibu dengan Baby Sitter melalui handphone-nya. "Ooo yang L, ok, ok!" Handphone dimatikan, kemudian mengambil nipple dengan ukuran L, lalu pergi. Saya hanya bisa bengong memandangi kepergiannya.

"Masak ibunya sendiri gak tau ukuran dan merek dot anaknya, sih? It's a simple thing kan?" ujar saya dalam hati.

"Hhhhmmmmmmmm...." gumam saya seraya tersenyum.

Image hosted by Photobucket.com
Setelah mendapatkan apa yang kami cari, baik di Careffour maupun di Ratu Plaza, kami memutuskan untuk pulang. Berhubung nggak bawa mobil, kami harus mencari taxi. Karena susah mencari taxi di Ratu Plaza, kami putuskan untuk berjalan sedikit ke Plaza Senayan (PS).

Sesampai di Plaza Senayan , kami mampir dulu ke QB World Books, sekalian berniat mengganti baju Arwen yang sudah basah karena keringat.

Ketika sedang mengganti baju dan diaper Arwen di nursery room PS (yang sempit dan sumpek, ACnya nggak nyala), tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Oh, ternyata seorang baby sitter dengan seorang bayi ingin masuk. Berhubung tempatnya hanya muat untuk satu orang, kami menyuruhnya untuk menunggu sebentar.

And it's a wrap! Sudah bersih dan rapi semuanya! Arwen sudah tidak resah lagi dan merasa nyaman. Sekarang giliran si baby dan baby sitternya masuk, ditemani supir pribadi mereka.

"Bapak Ibunya mana?" tanya Pinot.

Sang supir menjawab, "Lagi makan-makan."

"Ooooo" kata saya.

"Lha wong Bapaknya saya, Ibunya dia," lanjut si supir sambil menunjuk mbak suster, dengan nada agak mengejek.

"Hhhhmmmmmmmm...." gumam saya seraya tersenyum. (Dita)

Imunisasi vs Pilek vs Rational Use of Drugs

Seperti biasa, setiap bulan sekali, Arwen melakukan kunjungan rutin ke Dokter Spesialis Anak (DSA) langganan kami. Kali ini rencananya dia akan mendapatkan imunisasi DPT 2 dan Polio 2.

Sempat terlintas dalam benak saya, "mau gak ya si dokter ngasih imunisasi, Arwen kan lagi pilek?", seperti yang kebanyakan dikatakan orang (bahkan DSA Arwen yang dulu) bahwa anak yang kondisinya tidak fit, tidak boleh diimunisasi. Sementara itu, saya sendiri sudah menyiapkan perbekalan referensi artikel "bahan bantahan" dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), WHO dan AAP (American Academy of Pediatric), kalau-kalau sang dokter berkeras tidak mau mengimunisasi Arwen, karena kondisinya.

Ketika masuk ke ruangan dokter, langsung saya jelaskan kondisi Arwen yang sedang pilek dan agak demam. Beliau bertanya, "Siapa yang pilek di rumah? Meler gak pileknya?" Setelah itu beliau langsung menyuruh suster menyiapkan obat suntikan untuk Arwen. Wah! Ternyata tanpa bertele-tele beliau langsung mengimunisasi Arwen! Berarti saya gak usah capek-capek njembrengin daftar artikel mengenai "alasan menunda imunisasi" yang sudah saya download ke palm zire saya.

Misi kedua adalah mengenai masalah pilek Arwen. Saya juga sudah menyiapkan beberapa artikel dari sumber-sumber terpercaya, mengenai batuk pilek pada bayi dan balita yang tidak ada obatnya. Terus terang saya tidak mau tubuh mungil Arwen terkontaminasi obat-obatan apalagi antibiotika sejak dini. Saya lebih memilih treatment tanpa obat.

Begitu duduk di hadapan sang dokter, beliau langsung mengatakan, bahwa semua perkembangan Arwen bagus. Beliau menyarankan, untuk menyembuhkan pileknya, lakukan treatment sebagai berikut : minum yang banyak,dijemur tiap pagi, gosokkin balsem, lakukan penguapan dan tidur tanpa AC dulu. Pikiran saya masih dipenuhi rasa curiga, "heh, sebentar lagi dia bakal ngresepin obat nih!"

Sementara saya masih terbengong-bengong (surprise dengan tata laksana penyembuhan pilek yang disarankannya), karena apa yang disarankannya persis seperti yang saya mau dan sudah saya lakukan di rumah, beliau langsung berkata, "Ok, bulan depan kontrol lagi ya. Anaknya terus diobservasi aja ya, bu, gimana perkembangan pileknya."

Waahhh senangnya!!! Arwen gak dikasih obat apa-apa. Hahahahaha, berarti gagal lagi deh mamerin daftar artikel mengenai batuk pilek yang sudah saya download, kepada sang dokter!

Ternyata DSAnya Arwen menganut Rational Use of Drugs juga. Yang membuat keyakinan saya terhadapnya menjadi semakin kuat, untuk tidak pindah ke "lain hati", karena masalah DSA yang sedikit-sedikit ngasih obat. (Dita)

Thursday, March 03, 2005

Mencoba Menjadi Konsumen Medis yang Rasional

Hari ini untuk pertama kalinya Arwen sakit. Nggak terlalu berat sih. Hanya pilek, tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Hari ini pula menandakan pengalaman perdana kami menghadapi, mengatasi dan merawat si mungil Arwen.

Langkah pertama yang kami terapkan adalah berusaha untuk tidak panik dan kemudian secara gegabah membawa Arwen ke dokter anaknya. Berikutnya kami mencoba berpikir rasional. Terus terang kami merasa diuntungkan dengan kemajuan teknologi, yang memungkinkan kami dapat mengakses internet setiap saat. Melalui internet, kami banyak belajar lebih jauh untuk memahami masalah-masalah kesehatan. Banyak sekali situs-situs terpercaya dan mailing list mengenai kesehatan yang memberikan pencerahan dan pengetahuan baru pada kami. Dengan adanya fasilitas tersebut, kami dapat turut berperan aktif berpartisipasi menangani masalah kesehatan, paling tidak untuk kami sendiri. Itulah sebabnya kami lebih senang menyebut diri kami sebagai konsumen medis, bukan pasien.

Kenapa konsumen medis? Dibandingkan dengan istilah pasien yang berkesan pasrah, konsumen medis terkesan lebih aktif dan menyadari hak-hak dan kewajibannya. Hak untuk memperoleh informasi yang benar dan obyektif mengenai keluhan penyakit dan tata cara penanggulangannya dari tenaga medis. Dan punya kewajiban untuk belajar sebanyak-banyaknya, mencari informasi dari berbagai sumber mengenai penyakit yang sedang dialami.

Kembali ke masalah Arwen. Kami memutuskan untuk tidak langsung membawanya ke dokter. Seperti yang kami katakan tadi, sebagai konsumen medis, kami berusaha secara aktif mencari tahu dulu mengenai sakit yang diderita Arwen, melalui internet. Dan kami menemukan kenyataan bahwa, batuk pilek merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernafasan. Sedangkan demam adalah cara tubuh kita melawan penyakit. Pada bayi dan balita, batuk pilek sebagian besar disebabkan oleh virus, oleh sebab itu batuk pilek tidak ada obatnya. Hanya akan sembuh sejalan dengan waktu.

Berbekal pengetahuan ini, kami tidak terburu-buru pergi ke dokter anak. Bukan berarti kami membiarkan Arwen dengan pilek yang menyumbat hidungnya. Kami berusaha melakukan treatment yang seminim mungkin menggunakan obat-obatan. Yang kami lakukan adalah memberinya minum sebanyak mungkin, untuk mencegah kemungkinan dehidrasi dan mengencerkan lendir, lalu membalurkan balsem di badannya. Dan untuk sementara tidak tidur menggunakan AC, karena udara AC yang kering justru makin membuat pileknya semakin parah. Serta menjemurnya setiap pagi, dan sebelum mandi kami melakukan penguapan dengan air hangat untuk melegakan jalan pernafasannya. Untuk berjaga-jaga, kami tetap menyediakan obat penurun panas, jika suhu tubuhnya melebihi 38.3 derajat. Tapi untungnya, Arwen tidak mengalami demam, hanya sedikit naik suhunya, sehingga belum terlalu mengkhawatirkan.

Sejauh ini apa yang kami lakukan cukup menunjukkan kemajuan. Produksi lendirnya sudah berkurang. Kami hanya ingin, Arwen tidak terpapar bermacam-macam obat, sejak dini, hanya karena penggunaan yang tidak rasional dan ketidaktahuan kami akan obat-obatan yang diberikan. Apalagi banyak kasus seorang anak yang batuk pilek mandapatkan antibiotik dan obat racikan berupa puyer. Padahal penyebab batuk pilek pada anak biasanya adalah virus dan hanya akan sembuh sejalan berjalannya waktu, bukan bakteri. Sedangkan seperti kita ketahui bersama pemberian antibiotik adalah untuk membunuh bakteri. Jadi apa gunanya anak kita diberi antibiotik (yg notabene biasanya obat keras)? Tidak rasional kan?

Sebagai konsumen medis kami dituntut untuk lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang terjadi pada kami ataupun anak kami. Salah satunya dengan cara menjadi "pasien" yang kritis dan rasional dalam menggunakan obat serta aktif mencari informasi. Tapi bukan berarti kami anti obat-obatan dan dokter, lho. Tidak! Jika keadaan sudah mengkhawatirkan ada saatnya kami tahu kapan harus menghubungi dokter dan mengkonsumsi obat yang diberikan secara tepat guna.

Bagi kami, obat merupakan penemuan besar dalam hidup manusia. Antibiotika, merupakan
kegemilangan dunia kedokteran - menempati posisi kedua di bawah penemuan vaksin. Obat termasuk antibiotika, merupakan karunia yang tidak ternilai harganya. Dengan catatan, bila penggunaannya bijak dan rasional. Bagaimanapun, semua hal dalam hidup ini punya dua sisi; bagaimanapun obat adalah senyawa kimia yang dalam metabolismenya melibatkan hati dan ginjal sehingga dapat menimbulkan efek toksik. Bila dipergunakan secara bijak, akan sangat membantu kita, bahkan dapat menyelamatkan jiwa (merujuk dari tulisan seorang DSA, dr. Wati, yang banyak menginspirasikan dan membuka mata kami, sebagai konsumen medis, yang pada mulanya buta soal masalah kesehatan dan dunia kedokteran. Beliau selalu mengatakan, menjadi cerdas adalah salah satu bentuk perwujudan cinta kasih kita pada anak).

Pelajaran yang kami petik adalah, tidak sedikit-sedikit pergi ke dokter. Dan berusaha memahami bahwa sakit batuk, pilek, demam adalah part of growing up. Sisi positif lain yang kami ambil, sehingga tidak panik saat menghadapi Arwen yang sakit, setidaknya jika dia harus terjun ke lingkup sosial yang lebih besar, sistem imunnya sudah lebih siap antara lain melalui exposure terhadap berbagai penyakit infeksi, seperti pilek yang sedang dideritanya sekarang.

Kami sangat menyayanginya, sehingga berusaha selektif dan bijaksana menentukan pengobatan bagi putri mungil kami, Arwen. (Dita)