My Photo
Name:

A father of Arwen the elf, Leia the princess & Neo the one.

A husband of Dita the fairy.

This is the adventure of growing Arwen. It's all documented in pictures, written diaries, video documentary and music clip. Hopefully Arwen's friends can enjoy her unique and magical adventures, and especially by Arwen herself when she's grown up. Enjoy her Magical Mystery Tour!







Free shoutbox @ ShoutMix

Image hosted by Photobucket.com



Ngamen di Menteng - 29 Agustus 2006 21:35









Total : 13417 viewers

Proyek Sayang Arwen. 1063 viewers. - View mp4 movie


Kebiasaan Tidur yang Ajaib. 1242 viewers. - View mp4 movie


Operasi Plastik. 3065 viewers. - View mp4 movie


Petualangan Arwen. 1655 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comGitar Mainan Murah Meriah. 147 viewers.


Image hosted by Photobucket.comArwen dengan aksi kecup-kecup imutnya. 130 viewers.


Image hosted by Photobucket.comTerapung-apung. 166 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen Ajojing. 417 viewers. - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comLenong Asoy. 161 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comIklan Korban Sindo. 137 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen bak Godzilla obrak abrik dunia. 140 viewers - View mp4 movie


Image hosted by Photobucket.comArwen ditendang Naya tepat di wajah


Image hosted by Photobucket.comArwen, Naya, Sarah & Luthfi as Charlie's Angels


Image hosted by Photobucket.comAdegan seronok Arwen di atas Ranjang




Arwen Bobok Sambil Berdiri!

Kegedean Topi Caps-nya

Reading a Book

Jacuzzi in the Garden

Arwen Pakai Sepatu Mamin

Get emailed with every update to Arwen's Video!
Email:
Powered by

pinodita's Profile Page



Powered by Technorati


 
B&N.com









Powered by FeedBlitz

Add to Technorati Favorites!



Creative Commons License

Listed on BlogShares

Blog Directory & Search engine

Blog Flux Directory

blog search directory

 View My Public Stats on MyBlogLog.com

Blogarama - The Blogs Directory

Powered by Blogger

Barnes & Noble.com

Friday, January 21, 2005

Kenapa Saya Berhenti Bekerja?



Dita Wistarini
, 27, Jakarta. Ibu dari Shaula Charmawendi (Arwen), 2 bln.
Pekerjaan terakhir : Produser Promo sebuah stasiun televisi swasta.
Alasan berhenti : Pekerjaan saya menyita hampir seluruh waktu, pikiran dan tenaga. Tuntutan bekerja mengejar tenggat waktu sangat tinggi. Tidak ada lagi 8 jam kerja sehari, sesuai dengan aturan Departemen Tenaga Kerja. Saya pulang, di saat orang-orang sudah beranjak ke peraduan. Bahkan di akhir minggu, bisa saja saya masuk kantor. Tidak ada lagi perhatian terhadap kondisi tubuh, yang sudah berteriak-teriak minta istirahat. Bayangkan jika di saat yang sama, saya harus juga mengurus bayi saya...
Tantangan terbesar : Awalnya benar-benar membuat stres. Saya adalah orang yang biasa bertemu dan bekerja dengan orang banyak, serta bersosialisasi secara aktif. Beberapa orang menyayangkan keputusan saya.Mereka selalu bertanya, "Mengapa harus berhenti bekerja?" atau "Kapan akan mulai berkarir lagi?" atau "Kasian deh, hidup lo cuman berakhir di rumah!" Terkadang saya lelah dengan pandangan miring mereka. Saya hanya tak ingin anak-anak saya dibesarkan oleh orang lain selain orangtuanya sendiri.
Kepuasan terbesar : Pekerjaan akan selalu ada di luar sana. Tapi perkembangan anak yang penuh kejutan dan sangat cepat hanya sekedip mata, tak akan bisa menunggu. Rasanya seperti kembali ke bangku kuliah dengan jurusan Psikologi Perkembangan Anak. Menyenangkan sekali bisa menemukan hal-hal baru. Saya ingin menikmati saat-saat di mana anak saya pertama kali tersenyum, mendengarnya memanggil "Mama!", menemaninya belajar jalan, melihatnya tumbuh dan yang pasti menatap matanya yang begitu bening dan berbinar saat melihat orangtuanya. Saya akhirnya menemukan bahwa untuk menjadi bahagia, uang bukanlah segalanya. Kebahagiaan terbesar adalah di saat mendengar orang berkata, "Wah, anaknya pintar sekali," atau "Anaknya terlihat bahagia ya." Dan yang terpenting, saya merasa bahagia bisa menjadi bagian terbesar di awal kehidupannya dan berperan membentuk dan mengarahkan kepribadian dan kehidupannya, Anda tahu sendiri bagaimana "kejamnya" dunia di luar sana. Begitu mudahnya anak-anak sekarang terjerumus dalam pergaulan yang tidak benar.
Rencana karir di masa depan : Saya memutuskan untuk kembali bekerja lagi menjadi penulis paruh waktu, sehingga saya tetap bisa mengawasi anak. Idealnya memulai usaha yang bisa saya kendalikan dari rumah.
Dulu saya harus berpikir sejenak jika seseorang menanyakan pekerjaan saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Sekarang saya bisa berbangga dengan profesi terbaru saya ini dan saya akan mengatakan, "Sekarang pekerjaan saya adalah menjadi guru, pendamping dan pembimbing pribadi anak saya. Karena dia adalah prioritas dalam hidup saya, di samping suami tersayang."

"We are always too busy for our children; we never give them the time or interest they deserve. We lavish gifts upon them; but the most precious gift, our personal association, which means so much to them, we give grudgingly."(Mark Twain)

(Posted by Dita)

Comments on "Kenapa Saya Berhenti Bekerja?"

 

Anonymous Anonymous said ... (Tuesday, 25 January, 2005) : 

Arwen beruntung punya ibu sebijak kamu, Dit

 

Anonymous Anonymous said ... (Tuesday, 25 January, 2005) : 

Mestinya bapaknya brenti kerja juga. Hehehe

 

Anonymous Anonymous said ... (Friday, 04 February, 2005) : 

mum tian :

iya beruntung banget arwen punya mommy sampe mau meninggalkan pekerjannya demi mendampingi anak2nya.
Met kenal yah ..
Nice to know u

 

Anonymous Anonymous said ... (Wednesday, 09 February, 2005) : 

Hiks, jadi terharu bacanya..
Arwen is a lucky daughter, to hv a great mum en dad..
It reminds me on my own mother.. which had chosen the same career path as Ditut..
I can't b like i am now, without her..
Bravo Dit.. Keep up the spirit yach..

 

Blogger Pinot, Dita, Arwen & Leia said ... (Wednesday, 09 February, 2005) : 

Wah kalo bapaknya ikut berhenti kerja, Arwen mimik susu nya gimana? :D

 

Anonymous Anonymous said ... (Friday, 18 February, 2005) : 

TOUB deh n Salut ! Semoga tambah sukses mendidik Arwen nya!

 

Blogger Agnes said ... (Saturday, 26 February, 2005) : 

Mom Dita, aku juga ngalami hal yang sama dulu,kegalauan ketika harus memilih hingga akhirnya memutuskan. Tapi memang betul pilihan yang kita ambil dengan segala resikonya pasti akan berbuah manis koq ya. Aku serasa dapet temen senasib nih, soalnya habis itu aku jg beralih ke dunia tulis menulis lho, walopun masih pemula sih :-). Oya, tulisan yang menyemai jiwa2 bagus deh, aku sampe terharu bacanya. Selamat berkarya terus ya... Eh iya lagi... siapa tau mau berkunjung ke webblog aku hehe ini alamatnya http://agnes.ismailfahmi.org/

 

Blogger Di ^_^ said ... (Monday, 28 February, 2005) : 

Wah ternyata dilemma banget ya..tapi sekarang sudah asik donk bisa main sama Arwen dan bisa kerja juga dari rumah. walau aku belum hamil2 juga (baru 9 bulan menikah) sampai sekarang, tapi sudah terpikirkan hal serupa dengan mbak Dita. dan aku juga lagi belajar menulis.
salam kenal!

klikdimari.blogspot.com

 

Blogger Karl Hiunzm said ... (Wednesday, 25 January, 2006) : 

Hey, you have a great blog here! I'm definitely going to bookmark you!

I have a kerja dari rumah site. It pretty much covers kerja dari rumah related stuff.

Come and check it out if you get time :-)

 

post a comment