This is the adventure of growing Arwen. It's all documented in pictures, written diaries, video documentary and music clip. Hopefully Arwen's friends can enjoy her unique and magical adventures, and especially by Arwen herself when she's grown up. Enjoy her Magical Mystery Tour!
Dua tahun lalu, saat Arwen berumur 1,4 tahun 'mengguncang' YouTube dengan joget hip hop nya. Dua tahun kemudian, Leia (1,6 tahun), sang adik menonton video tersebut dan reaksinya cukup heboh. Bak bayi kesetrum, Leia langsung jejogetan meniru gaya kakaknya dan mengikuti irama lagu. Kini, akhirnya Arwen punya pasangan joget hip hop. Duet bareng adiknya.
Sejauh ini, Arwen tampak enjoy dengan lingkungan barunya. Sudah bisa membedakan tempat, bahwa dia sudah tidak lagi di Indonesia, tapi di Kuwait. Jauh dari eyang dan sepupu-sepupunya. Walau beberapa kali menyatakan kangen kepada Titati, Kong Soni, Yang Uti dan Kangkung, tapi alhamdulillah masih bisa bermain bersama adiknya, Leia.
Hot chocolate is a must for Arwen :D
Satu hal yang membuat Arwen sebal adalah udara dingin Kuwait saat winter ini. Semenjak suhu beranjak turun ke angka belasan, Arwen mulai sering protes tentang lantai apartemen yang dingin, jendela terbuka atau angin dingin yang menerpa wajahnya saat berjalan-jalan di luar. Untunglah proses adaptasi ini semakin lama tidak terlalu sulit baginya. Kini, dia sering mempertanyakan bahwa sudah sedingin ini kok masih tidak ada salju di Kuwait?
Akhirnya. Saat itu tiba. Seperti yang diposting di Neverland Journey, Arwen mengawali petualangannya dengan terbang ke Kuwait pada tanggal 1 Desember 2007 jam 4 sore.
Dalam perjalanan, Arwen tampak letih dan ingin bobok di rumah katanya. Untunglah Papin & Mamin masih punya spare tenaga untuk menghibur dan mengalihkan rasa letihnya, terutama saat transit di bandara Abu Dhabi.
Arwen tiba di Kuwait pukul 9 pagi, dijemput Mas Heru langsung ke apartemen. Meski agak grogi dan rikuh, Arwen mau juga bobok melepas penat selama perjalanan di kamar barunya.
Sarapan macaroni pertama di Kuwait di atas box Mac Mini :D
Selama seminggu ini, terjadi perubahan drastis dalam perilaku Arwen. Yang sebelumnya uring-uringan dan gampang marah (seperti yang udah diceritain dalam postingan sebelumnya), sekarang sudah back to "normal". Udah bisa dibilangin, udah mau ngerti. Penyebabnya apalagi kalo bukan kedatangan Papin:) Apa-apa minta ditemenin dan bareng Papin. Kalo bangun tidur yang dicek pertama kali pasti Papin. "Papin masih ada?" begitu katanya.
Gadis kecil ini sudah kembali tersenyum dan tertawa. Riang gembira kami bisa kembali bermain dan tidur serajang sekasur komplit :).
Malam itu, Arwen terlihat cerah ceria luar biasa (tidak seperti biasanya). Hati mungilnya sudah bisa merasakan bahwa nanti akan bertemu Papin di bandara. Kebetulan memang Papin pulang ke Jakarta selama seminggu untuk mengangkut seluruh keluarga Neverland ke Kuwait.
Excited, tidak sabar dan bolak balik bertanya "Mana Papin" mewarnai penantian Arwen, Mamin dan Pa'e Dowi di pintu penjemputan. Setiap orang yang keluar membawa koper diperhatikan oleh Arwen.
Saat akhirnya Papin keluar dari gerbang, Arwen tiba-tiba jadi salah tingkah. Hati mungilnya tampak terlalu bahagia tapi juga bingung bukan kepalang. 4 bulan hanya bertatap di webcam dan tanpa bertemu fisik dengan Papin, membuatnya canggung. Tangan dilipat di belakang punggung. Wajahnya tersenyum ala kadarnya. Saat berpelukan pun, Arwen terlihat sumringah tapi sekaligus grogi.
Namun, selang beberapa menit kemudian, Arwen sudah bisa kembali utuh, menyadari bahwa Papin sudah ada di dekatnya. 4 bulan berlalu, tidak terbayang betapa dasyatnya rasa rindu dalam hati mungil Arwen. Kini, sudah kembali bersama kembali. Saatnya kembali tertawa lepas. Iya, Wen?
Inilah dia bayi yang memberi banyak inspirasi kepada kami untuk selalu belajar & bersyukur. Selamat ulang tahun Arwen. Terima kasih sudah menjadi dosen dan guru kami selama 3 tahun ini. Terima kasih kepada Tuhan, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar mendapatkan banyak hal berharga selama 3 tahun ini.
Maaf, ya Arwen. Papin tidak ada di samping Arwen saat berulang tahun. Kita berpisah sejenak untuk berkumpul kembali dalam waktu dekat ini.
Walau sempat bosan dan rewel - keluyuran & eksplorasi di gedung bioskop dan ngobrol dengan sesama balita, Arwen bisa tuntas menonton 2 film : Surf Up dan Ratatouille. Hiburan sambil menunggu waktu untuk berangkat ke Kuwait ya, nak?
Belakangan ini Mamin lagi kewalahan, selain karena perubahan perilaku, Arwen juga semakin bawel. Kalau bertanya gak cukup puas dengan sebuah jawaban. Dia pasti akan ngejer terus, gak peduli pertanyaannya bener dan nyambung ato nggak. Rasa ingin tahunya besar sekali.
Kayak gini nih :
Arwen : mobilnya ada di mana? Mamin : di depan. Arwen : di depan mana? Mamin : di depan rumah. Arwen : rumahnya di mana? Mamin : *mule kering nih mulut* di pondok gede, Arwen. Arwen : pondok gedenya lagi apa? Mamin : (pertanyaan jenis ini yang paling bikin Mamin nguras otak. Arwen seneng banget nanyain benda-benda mati lagi apa?....*jedang!* Mamin : *bingung* uummmm...lagi bobok. Arwen : boboknya di mana? Mamin : *mulai asal* di kamar. Arwen : adek Leia bobok di kamar yah? Mamin : *phhuiiihhh...lega* iya. Arwen : adek Leianya kemana? Mamin : *gubrak* bobok, Arwen. Arwen : oohhhh bobok ya? Mamin : iya. Arwen : Mamin mo bobok ya? Mamin : gak. Arwen : gak-nya lagi apa? Mamin : *glondang!* (Mamin ngacir pura-pura pipis ke kamar mandi...hahahahaha curaaaannnggg!!!!)
Kalo dijabanin terus, gak akan kelar tuh pertanyaan, bisa botak keabisan jawaban :P